Minggu, 14 Desember 2014

Membagi sudut

Membagi Sudut menjadi 2 sama besar ( menggunakan jangka )

Pada pelajaran geometri ,kita diajarkan untuk menggambar. Entah itu menggambar garis, bangun datar ataupun bangun ruang. Tentunya alat-alat nya pun lengkap . Dari penggaris,pensil,penghapus,jangka,busur derajat dan sebagainya. 
Menggambar garis ,tentunya bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan penggaris lurus. Membuat sudut juga bisa dengan mudah dilakukan dengan menggunakan penggaris busur derajat. Tetapi sekarang kita menggunakan jangka untuk membuat besar sudut.

Bagaimanakah cara nya ?

Membuat sudut 45 derajat 

Akan kita pelajarin disini adalah membuat sudut yang besarnya 45 derajat dengan menggunakan jangka. Bagaimana langkah-langkah nya ? seperti berikut :

Perhatikan Gambar !
Langkah-langkah untuk membuat sudut 45 derajat ,yaitu :
  • Tentunya buat garis tegak lurus (siku-siku dititik 0)
  • Lalu pasang jarum jangka pada titik 0 ,dan buka jangka dengan ukuran terserah (jangan terlalu besar).
  • Putar jangka. Sehingga busur yang kita buat memotong garis yang saling tegak lurus tersebut.  (pada gambar ditunjukkan pada busur yang warna merah). Memotong dititik A dan dititik B.
  • Sekarang,besar jangka boleh diubah dan boleh juga tetap.
  • Letakkan jarum jangka dititik A , lalu putar jangka.
  • Tanpa merubah besarnya jangka,letakkan jangka dititik B ,lalu putar jangka sampai berpotongan dengan putaran jangka berpusat di A.
  • Pada gambar adalah busur yang berwarna hijau.
  • Tarik garis dari berpotongan itu ke titik 0 (titik siku-siku nya) ,sehingga terbentuk lah sudut dengan besar 45 derajat.
Kesalahan Terbanyak :
Kesalahan terbanyak oleh siswa , besar jari-jari pada busur jangka yang berwarna hijau (pada gambar) ,besarnya kurang .Sehingga kedua busur warna hijau tidak berpotongan . Perkirakan besar nya jari-jari jangka sedenikian sehingga nantinya akan berpotongan.

Membagi Sudut menjadi dua sama besar (bisector sudut)

Tentunya, langkah yang dipergunakan sama persis . Hanya saja besar sudut awal tidak 90 derajat. Untuk membuat sudut dengan besar 22,5 derajat misalnya, kita menggunakan cara seperti itu. Hanya saja sudut awalnya adalah 45 derajat.
Misalnya untuk membuat sudut yang besarnya 30 derajat , bisa dilakukan dengan membagi sudut 60 menjadi dua sama besar .Dan sebagainya. 

Sabtu, 13 Desember 2014

Melukis sudut

Melukis Sudut 30,45,60,75,90,150 dan 180 derajat.
a. Melukis sudut 30 derajat
     untuk melukis sudut 30 ,lukislah terlebih dahulu sudut 60 derajat ,kenudian lukislah garis bagi sudut itu sehingga sudut yang besarnya 60 terbagi menjadi dua bagian yang sama.

b. Melukis sudut 60 
    untuk melukis <BAC atau <CAB yang besar nya 60 ,perhatikan urutan lukisan berikut ini :
 
Langkah-langkah melukis sudut 60 :
  • buat busur lingkaran dengan pusat A dan jari-jari AB (gambar 2.1)
  • Dengan pusat B dan panjang jari-jari tetap sama,buatlah busur lingkaran sehingga busur tadi berpotongan di titik C (gambar 2.2).
  • Hubungan titik A dengan C,maka besar <BAC = 60.
c. Melukis sudut 75 
 Sudut 75 = sudut 45 + sudut 30
 Sudut 75 = 1/2 sudut 90 + 1/2 sudut 60
Untuk melukis susut 75 ,lukislah lebih dahulu sudut 90 , kemudian ditambah sudut 60,yang salah satu kaki sudut nya berimpit dengan salah satu kaki sudut 90. Kemudian dari masing-masing sudut tersebut dibagi menjadi dua sama besar ,sehingga terjadi sudut 45, dan sudut 30. 
 
d. Melukis sudut 90
 untuk melukis <ABC yang besar nya 90 ,terlebih dahulu buatlah garis AB dan jadikan titik B sebagai titik sudutnya. Langkah menggambar < ABC yang besar nya 90 :
  • Dengan titik B sebagai pusat dan jari-jarinya BA. Buatlah busur lingkaran dengan melalui titik A dan memotong perpanjangan AB dititik B. (gambar 1.1).
  • Dengan titik Adan B sebagai pusat dan panjang jari-jarinya lebih dari BA,buatlah busur lingkaran yang saling berpotongan (1.2).
  • Hubungkan titik B dan C maka besar < ABC = 90.
e. Melukis sudut 150
   Untuk melukis < ABC = 150 , lukislah terlebih dahulu sudut 90 ,kemudian di tambah dengan sudut 60 . Salah satu kaki sudut 90 menjadi salah satu kaki sudut 60. 

 


f. Melukis sudut 180
   untuk melukis sudut < PQR = 180 , lukislah terlebih dahulu sudut 90 ,kemudian ditambah dengan sudut 90 yang salah satu nya berimpit dengan salah satu kaki sudut 90 yang telah dilukis. Berikut langkah-langkah dalam gambar :
 
 
 
Deskiripsi Singkat Tentang Kurikulum
A. Pengertian Kurikulum :
- Kurikulum ( curriculum ) berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu).
- Kurikulum adalah jarak yang harus ditempuh oleh seseorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medali/penghargaan. 
- Pada awal nya digunakan dalam dunia olahraga.
- Kemudian pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.
- Menurut Harold B. Alberly (1965) :memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang diberikan kepada siswa dibawah ini tanggung jawab sekolah.
- Menurut Saylor,Alexander ,dan Lewis (1974) : menganggap kurikulum sebagai segala upaya sekolah untuk mempengaruhi siswa supaya belajar ,baik dalam ruangan kelas ,di halaman sekolah maupun diluar sekolah.
- UU Republik Indonesia tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat 19 : kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan ,isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagi pedoman penyelenggarakan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

B. Tujuan Kurikulum :
  1. Tujuan Pendidikan Nasional 
  2. Tujuan Institusional
  3. Tujuan Kurikuler
  4. Tujuan Instruksional
C. Komponen Kurikulum :
     Subandiyah (1993:4-6) mengemukakan ada 5 komponen kurikulum , yaitu :
  1. Komponen Tujuan
  2. Komponen Isi/Materi
  3. Komponen Media (sarana dan prasarana)
  4. Komponen Strategi 
  5. Komponen Proses belajar menagajar.
Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum ,yaitu :
  1. Objective (tujuan)
  2. Knowledges (isi / materi)
  3.  School Learning Expriences ( Interaksi , belajar, mengajar disekolah ).
  4. Evaluation (penilaian).
Nasution (1988) ,Fuaddin dan Karya (1992),serta Nana Sudjana (1991:21). Istilah komponen yang dikemukakan berbeda namun pada intinya sama yakni :
  1. Tujuan
  2. Isi dan Struktur Kurikulum
  3. Strategi pelaksanaan PBM ( Proses Belajar Mengajar )
  4. Evaluasi
Fungsi Pengembangan Kurikulum :
  1. sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan pada suatu tingkatan lembaga pendidikan tertentu dan untuk memungkinkan pencapaian tujuan dari lembaga pendiddikan tersebut.
  2. sebagai batasan dari program pendidikan (bahan pengajaran) yang akan dijalankan pada 1 semester , kelas maupun pada tingkat pendidikan tersebut.
  3. sebagai pedoman guru dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar , sehingga kegiatan yang dilakukan guru dan siswa terarah kepada tujuan yang ditentukan.
Fungsi Kurikulum :
Kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun merupakan suatu persiapan bagi anak didik. Anak didik diharapkan mendapat sejumlah pengalaman baru yang dikemudian hari dapat dikembangkan seirama dengan perkembangan anak,agar dapat memenuhi bekal hidup nya nanti.